Ads 468x60px

Jumat, 28 Maret 2014

Jika saya memili uang Rp. 1.000.000.000,-

Jika saya memiliki uang Rp. 1.000.000.000,- hal yang akan saya lakukan adalah :
1.    Saya akan membangun sebuah Homestay yang sederhana dan nyaman. Homestay tersebut akan saya buat di kota yang tingkat pariwisatanya tinggi. Seperti Jogja, Bandung  ataupun Bali. Untuk mewujudkan Homestay tersbut, saya akan mencari relasi yang ingin berbisnis dengan saya. Kemudian kami akan usaha bersama dengan modal awal masing-masing Rp. 500.000.000,-
Hal yang membuat saya berfikir untuk membangun sebuah homestay ini karena di kota-kota yang tingkat pariwisata yang tinggi akan banyak sekali traveler. Baik yang low budget atau backpacker hinggi yang high budget. Dan hal ini akan bagus sekali prospek kedepannya. Dikarenakan banyak traveler yang mencari Homestay yang cukup nyaman tetapi dengan budget yang di sesuai dengan mereka.
2.   Saya akan membeli sebuah apartemen yang sederhana di kawasan Jakarta seperti Woodland Park Residence Kalibata atau Greenbay Pluit yang harganya sekitar Rp. 500.000.000,- dan jika lebih dari budget saya, maka lebihnya akan menggunakan uang saya yang di dapat dari Homestay yang saya punya. Kemudian apartemen tersebut akan saya tempati untuk kehidupan saya kedepannya ketika saya sudah berkeluarga. Tetapi untuk saat ini apartemen tersebut akan saya sewakan dahulu untuk beberapa tahun ke depan.

Selasa, 04 Juni 2013

Fenomena : Wajib Militer Indonesia

RUU Wajib Militer, Buruh: Urgensinya Untuk Apa?

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews


Jakarta - Dalam RUU komponen Cadangan Pertahanan Negara mengatur PNS dan pekerja/buruh wajib menjadi anggota komponen cadangan, Buruh meminta pemerintah mengkaji terlebih dahulu sebelum mengesahkan. Selain itu saat ini belum ada kejelasan untuk apa RUU tersebut dibuat.

"Pemerintah mesti mengkaji baik buruk dan untuk apa targetnya, karena wajib militer di Indonesia merupakan hal baru, sehingga tidak jelas untuk apa urgensi program ini," tutur Muhamad Rusdi Kordinator Forum Buruh DKI Jakarta, saat dihubungi, Senin (3/6/2013)

Selain itu ia meminta jika memang RUU tersebut disahkan pemerintah harus mensosialisaikan ke masyarakat dan buruh.

"Jangan sampai ini menjadi wacana publik yang tidak produktif, kalau tujuan tidak jelas, kalau semua jelas keuntungan untuk buruh saya yakin tidak ada masalah,"

Rusdi mengatakan jangan sampai adanya wacana dari RUU tersebut justru dijadikan sebagai pengalihan isu untuk kesejahteraan buruh, dimana saat ini pihaknya tengah memperjuangkan haknya.

"Kalau belum jelas urgensinya. apakah indonesia sedang gawar daruarat oleh karena itu pemerintah harus menjelaskannya. Seharusnya pemerintah lebih mementingkan kesejahteraan rakyat, upah layak, pendidikan murah, bukan mengesahkan ruu ormas, atau seperti ini yang tidak jelas urgensinya apa," tuturnya.

Sumber : detik.com

Tanggapan Saya:
Ketika saya mendengar tentang berita ini, saya langsung menanggapinya dengan pro. Entah bagaimana pendapat orang lain tentang RUU ini. Yang jelas wajib militer ini sebenarnya sangatlah berguna. Karena kita tahu bagaimana perkembangan Dunia kedepan. Bila suatu saat kita di satu titik adanya peperangan, Negara Republik Indonesia ini sudah siap, Walaupun kita lebih menginginkan perdamaian, tetapi tidak ada salahkan jika kita menyiapkan segala. Mungkin beberapa masyarakat yang kontra dengan RUU ini, mereka berfikir bahwa dengan diadakannya Wajib Militer ini akan menambah kasus Korupsi, karena sejujurnya beberapa pejabat yang ada di Republik Indonesia ini sudah terkontaminasi dengan Korupsi.

 

News Studentsite

News Studentsite